Punya kolam renang pribadi adalah impian banyak pemilik rumah. Namun, begitu keinginan itu muncul, salah satu keputusan krusial adalah memilih jenis konstruksinya. Dua opsi yang paling umum yaitu kolam renang fiber dan beton. Material kolam ini sama-sama unggul, tetapi memiliki karakteristik yang sangat berbeda.
Baca Juga: Perawatan Kolam Renang Vinyl agar Tahan Lama dan Aman Digunakan

Perbandingan Kolam Renang Fiber dan Beton
Kolam renang fiberglass adalah kolam dari cangkang serat kaca yang diproduksi sebelumnya di pabrik. Cangkang ini kemudian diangkut ke lokasi dan dipasang di lubang galian yang sudah disiapkan.
Sedangkan kolam renang beton dibangun dari nol di lokasi. Prosesnya melibatkan pembuatan bekisting, pemasangan tulangan baja, pengecoran beton dan finishing. Jenis finishing beton jauh lebih aman karena tidak licin daripada fiber yang sering licin apabila gel coat-nya sudah aus. Berdasarkan pengalaman, penambahan tekstur anti-slip di area tangga fiber lebih disarankan untuk keamanan.
Biasanya finishing dengan bahan seperti mozaik, keramik atau cat khusus. Kolam ini bersifat permanen dan menjadi bagian dari landscape rumah.
Biaya Awal
Berdasarkan review @RiverPools yang dibagikan di YouTube channelnya, biaya pemasangan kolam renang fiberglass tidak cukup hanya memperkirakan harga berdasarkan ukuran kolam. Tapi banyak faktor lain yang berpengaruh, seperti luas patio, kondisi halaman dan akses ke lokasi pemasangan. Ada juga biaya tersembunyi yang sering diabaikan. Misalnya untuk pekerjaan tanah tambahan, sambungan listrik dan pagar pengaman yang diwajibkan oleh aturan setempat. Selain itu, perlu dipertimbangkan juga fitur tambahan seperti pemanas dan sistem sanitasi.
Sedangkan kolam renang beton biaya pembuatannya cenderung lebih tinggi. Hal ini dikarenakan proses konstruksinya yang rumit dan membutuhkan banyak material. Hal ini termasuk besi beton, ready mix dan bahan finishing. Meski begitu, biayanya bisa lebih terkontrol dengan pemilihan material yang cermat.
Fleksibilitas Desain
Di sinilah letak kelemahan utama kolam renang fiber. Pilihan desainnya terbatas pada model dan ukuran yang sudah pabrik tawarkan. Meski tersedia berbagai bentuk seperti rectangular dan oval, ruang untuk berinovasi sangatlah sempit.
Sedangkan kolam renang beton adalah kanvas kosong. Pemilik rumah dapat mendesain kolam dengan bentuk, ukuran dan kedalaman apapun sesuai keinginan. Opsi finishing dengan mozaik, keramik atau batu alam juga memperkaya nilai estetikanya.
Waktu Pengerjaan Proyek
Keunggulan utama kolam fiber terletak pada pemasangannya. Proses instalasi dapat diselesaikan dalam hitungan minggu, karena bagian utamanya sudah siap pakai.
Sedangkan membangun kolam beton lebih memakan waktu. Dari mulai penggalian hingga finishing, prosesnya bisa memakan waktu hingga dua bulan atau bahkan lebih, tergantung pada kerumitan desain.
Daya Tahan dan Umur Pakai
Kolam fiberglass memiliki lapisan gel yang halus dan tahan terhadap pertumbuhan alga. Perkiraan umur pakainya berkisar antara 20 hingga 25 tahun. Materialnya yang fleksibel dapat menyesuaikan dengan pergerakan tanah minor, tapi berisiko retak akibat benturan keras.
Dari segi umur panjang, kolam beton adalah pemenangnya. Jika konstruksi dan perawatannya tepat, kolam beton dapat bertahan selama lebih dari 50 tahun. Strukturnya yang kokoh dan permanen menjadikannya cocok untuk investasi jangka panjang, tak terkecuali di area tropis seperti Indonesia.
Tingkat dan Biaya Perawatan
Perawatan kolam renang fiber relatif lebih mudah. Permukaannya yang non-porous menghambat pertumbuhan alga, sehingga menghemat waktu dan bahan pembersih.
Di sisi lain, kolam beton memerlukan perawatan yang lebih intensif. Material beton yang porous cenderung meningkatkan kadar pH air, mengharuskan pemilik rumah lebih sering menambahkan asam untuk menyeimbangkannya. Permukaannya yang kasar juga membuatnya lebih berat disikat.
Berdasarkan penjelasan Fakultas Teknik Universitas Medan Area, air yang digunakan idealnya memiliki pH netral antara 6.0-8.0). Hal ini karena pH yang terlalu rendah atau terlalu tinggi bisa mengganggu kestabilan kimia di dalam campuran beton sehingga menurunkan kekuatannya.
Detail perbandingan:
| Produk | Ketahanan | Pemasangan | Perawatan |
| Kolam Renang Fiber | 20-25 tahun | 2-4 minggu | Mudah |
| Kolam Renang Beton | Lebih dari 50 tahun | 2-4 bulan | Lebih rumit |
Baca Juga: Mengenal Kolam Renang PVC sebagai Fasilitas Rekreasi di Rumah
Tidak ada pilihan pasti mengenai mana yang lebih baik antara kolam renang fiber dan beton. Karena semua bergantung pada prioritas serta kondisi masing-masing. Kolam fiberglass cocok bagi yang mengutamakan pemasangan cepat. Sementara kolam renang beton lebih ideal untuk yang menginginkan desain unik. Jika memahami kelebihan dan kekurangan masing-masing, pemilik rumah dapat menyesuaikan dengan budget maupun kebutuhan. Masih ragu untuk memilih? Konsultasikan saja kondisi tanah hunian dengan ahli kontraktor.

Saya seorang kontraktor kolam renang yang juga siap melayani perbaikan hingga perawatannya. Dengan berbekal pengalaman bertahun-tahun dan keahlian di bidangnya, saya siap bagikan informasi berbagai jenis material, desain maupun perawatan kolam renang. Memiliki kolam renang yang sesuai keinginan dan kebutuhan pun tak lagi jadi angan-angan.



