Kolam renang vinyl menjadi pilihan populer karena tampilannya halus, harga terjangkau dan perawatannya relatif mudah. Material kolam ini juga awet dan nyaman digunakan dalam jangka panjang. Apalagi jika dilakukan perawatan secara tepat dan rutin.
Baca Juga: Kolam Renang Fiber vs Beton Mana yang Lebih Baik untuk Rumah

Perawatan Kolam Renang Vinyl
Jenis pelapis vinyl ini memerlukan perhatian khusus agar tetap awet dan tidak mudah rusak. Tanpa perawatan yang tepat, lapisan vinyl dapat mengalami kerusakan sehingga memerlukan perbaikan atau penggantian.
Agar kolam tetap bersih, kuat dan nyaman saat digunakan sepanjang musim panas, berikut perawatan penting yang dapat diterapkan.
Jangan Menguras Kolam Renang
Hindari menguras kolam renang tanpa arahan dari tenaga ahli. Tindakan ini dapat menurunkan tekanan air secara drastis dan berisiko membuat lapisan dinding kolam mengerut, retak, atau mengalami perubahan bentuk yang merugikan.
Periksa Kandungan Bahan Kimia Kolam
Menjaga keseimbangan air kolam renang sangat penting untuk melindungi lapisan vinyl supaya tetap awet. Berdasarkan pedoman dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), air sebaiknya diuji dua kali sehari menggunakan alat DPD, terutama bila kolam sering dipakai.
Selain itu, tingkat keasaman (pH) ideal berada pada kisaran 7,2 hingga 7,6 agar klorin dapat bekerja optimal membasmi kuman serta mencegah pertumbuhan mikroorganisme. Sementara kadar klorin bebas disarankan antara 1,5 hingga 2,5 ppm.
Kadar terlalu rendah dapat memicu munculnya bakteri dan lumut yang menodai permukaan. Sedangkan kadar berlebihan dapat menyebabkan lapisan kolam renang vinyl berkerut dan cepat rusak.
Jauhkan Benda Tajam
Perhatikan agar tidak ada benda tajam di dalam maupun sekitar kolam renang. Permukaan tajam berisiko menimbulkan goresan atau sobekan pada lapisan vinyl sehingga dapat menyebabkan kebocoran dan menurunkan daya tahan kolam itu sendiri. Sebaiknya, gunakan peralatan dengan ujung tumpul saat membersihkan atau merawat area kolam untuk menjaga keamanannya.
Mencegah Kerusakan dan Penumpukan Kotoran pada Kolam
Paparan sinar matahari secara terus-menerus dapat mempercepat penuaan permukaan kolam renang vinyl, sehingga perlu lakukan hal berikut.
- Saat kolam tidak dipakai, sebaiknya ditutup agar lapisan tidak mudah rusak.
- Selain itu, debu dan kotoran juga akan sering menempel di tepi kolam hingga membentuk garis air yang mengganggu tampilan. Maka, area tersebut perlu dibersihkan secara rutin menggunakan spons lembut atau tisu khusus vinyl.
- Beberapa produsen juga menyediakan pembersih non-abrasif yang bisa digunakan untuk membantu menjaga kebersihan sekaligus memperpanjang umur lapisan vinyl.
Menjaga Kebersihan Kolam
Selanjutnya, kolam perlu dibersihkan secara rutin menggunakan alat penyedot khusus agar terbebas dari kotoran maupun bulu hewan. Pastikan alat yang digunakan memang dibuat untuk permukaan vinil, karena pembersih yang ditujukan bagi bahan lain, seperti beton, dapat menyebabkan goresan atau kerusakan pada lapisan kolam. Perawatan yang tepat tentunya akan membantu menjaga kolam tetap bersih dan awet digunakan.
Berdasarkan pengalaman, hindari pula memakai alas kaki ketika masuk ke dalam kolam vinyl saat ingin membersihkan. Hal karena kerikil kecil yang ada di sol sepatu kerap jadi penyebab sobekan.
Menurut video dari ExpertVillage Leaf Group, pengguna kolam vinyl perlu waspada terhadap kemungkinan sobekan pada lantai karena dapat menyebabkan kebocoran sehingga membuat air berkurang sekitar 1-2 cm per hari. Cara sederhana untuk mendeteksi kebocoran adalah dengan menaburkan pewarna di sekitar area yang dicurigai. Aliran air berwarna akan menunjukkan titik robekan tersebut. Setelah lokasi bocor ditemukan, langkah terbaik adalah segera menambalnya agar kerusakan tidak semakin parah dan penggunaan kolam tetap aman serta efisien.
Namun sebelum melakukannya, pastikan mematikan pompa air terlebih dahulu. Hal ini bertujuan supaya arus airnya tenang dan warnanya tak buyar.
Perbandingan Kolam Renang Fiber dengan Vinyl
Kolam renang fiber dan vinyl memiliki perbedaan mencolok dalam hal bahan, daya tahan hingga perawatan. Kolam fiber terbuat dari bahan fiberglass yang kokoh, tahan lama serta tidak mudah bocor atau berjamur, sehingga membutuhkan perawatan relatif lebih rendah.
Sedangkan kolam vinyl menggunakan liner berbahan plastik lentur yang memberikan permukaan halus dan nyaman, tetapi lebih rentan terhadap sobekan sehingga perlu diganti setiap beberapa tahun sekali. Dari segi biaya, kolam vinyl umumnya lebih ekonomis pada awal pemasangan. Sementara kolam fiber memerlukan investasi lebih besar namun menawarkan ketahanan jangka panjang, termasuk di area tropis seperti Indonesia. Tampilannya juga jauh lebih elegan.
Sayangnya, area tropis membuat pertumbuhan alga kian pesat. Saat alga menempel di kolam renang vinyl, gunakan produk algasida secara rutin.
Detail perbandingan:
| Produk | Ketahanan | Bahan | Perawatan |
| Kolam Renang Fiber | Lebih awet | Fiberglass | Lebih mudah |
| Kolam Renang Vinyl | Kurang awet | Vinyl | Cukup rumit |
Baca Juga: Mengenal Kolam Renang PVC sebagai Fasilitas Rekreasi di Rumah
Adanya perawatan secara tepat dan rutin, kolam renang vinyl dapat bertahan dalam kondisi optimal selama bertahun-tahun. Menjaga kebersihan air, mengontrol kadar kimia serta melindungi permukaan liner dari benda tajam maupun paparan sinar matahari berlebihan menjadi langkah penting untuk mempertahankan keindahan sekaligus kekuatan materialnya.

Saya seorang kontraktor kolam renang yang juga siap melayani perbaikan hingga perawatannya. Dengan berbekal pengalaman bertahun-tahun dan keahlian di bidangnya, saya siap bagikan informasi berbagai jenis material, desain maupun perawatan kolam renang. Memiliki kolam renang yang sesuai keinginan dan kebutuhan pun tak lagi jadi angan-angan.



